<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	>

<channel>
	<title>Belajar Ngeblog</title>
	<atom:link href="http://hariagustomo.blogdetik.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://hariagustomo.blogdetik.com</link>
	<description>Catatan Online dan membahas tentang Piala Dunia 2010 Afrika Selatan</description>
	<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:30:02 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Lembaga Swadaya Masyarakat</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/07/23/lembaga-swadaya-masyarakat/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/07/23/lembaga-swadaya-masyarakat/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 23 Jul 2011 05:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[Lembaga Swadaya Masyarakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=433</guid>
		<description><![CDATA[Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Pelita Keadilan Soppeng menggelar workshop pengembangan SDM aparatur pemerintahan desa.Ide workshop ini didasari atas penilaian bahwa pengelolaan alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Soppeng selama ini belum maksimal. Kegiatan ini merupakan upaya menambah wawasan dan kompetensi aparatur desa dan kelembagaan desa. Kami melihat pengelolaan kegiatan dan pelaksanaan pemerintahan desa masih belum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/07/23/lembaga-swadaya-masyarakat/">Lembaga Swadaya Masyarakat</a> (LSM) Pelita Keadilan Soppeng menggelar workshop pengembangan SDM aparatur pemerintahan desa.Ide workshop ini didasari atas penilaian bahwa pengelolaan alokasi dana desa (ADD) di Kabupaten Soppeng selama ini belum maksimal. Kegiatan ini merupakan upaya menambah wawasan dan kompetensi aparatur desa dan kelembagaan desa. Kami melihat pengelolaan kegiatan dan pelaksanaan pemerintahan desa masih belum mak-simal,” ujar Ketua DPP LSM Pelita Keadilan Soppeng Nur Alam Abra, kemarin. Workshop ini akan memberikan pendidikan dan pelatihan bagi kepala desa, sekretaris desa, bendahara, Badan Perwakilan Desa (BPD), dan kepala dusun selaku kolektor di desa.<br />
<span id="more-433"></span></p>
<p>Kegiatan workshop ini mengusung tema “Penguatan Kelembagaan Desa Menuju Desa Mandiri dan Sejahtera”. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Soppeng, pada 23-24 Juli. Anggota Komisi I DPRD Soppeng A Wadeng mengakui pengelolaan ADD di Soppeng masih kurang maksimal, terutama dalam hal pertanggungjawaban. “Saya kira workshop ini sangat perlu karena kepala desa terdiri atas berbagai latar belakang yang berbeda. Tidak sama dengan lurah yang memang seorang PNS,” ungkapnya. Demikian catatan online dari <a href="http://hariagustomo.blogdetik.com/">Belajar Ngeblog</a> yang berjudul Lembaga Swadaya Masyarakat.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/07/23/lembaga-swadaya-masyarakat/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/06/17/asosiasi-logistik-dan-forwarder-indonesia/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/06/17/asosiasi-logistik-dan-forwarder-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2011 16:00:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<category><![CDATA[Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia]]></category>

		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Update]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=431</guid>
		<description><![CDATA[Terlebih dahulu Belajar Ngeblog memberikan sundulan untuk keyword Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah, okey di lanjut. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Sulsel mengeluhkan kondisi pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar yang mulai padat sehingga mengganggu proses distribusi barang.
Sekretaris Alfi Sulsel Andi Maruddani Pangerang mengatakan, saat ini Pelabuhan Hatta panjangnya 850 meter,sedangkan Pelabuhan Soekarno panjangnya 1.500 meter. Dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Terlebih dahulu Belajar Ngeblog memberikan sundulan untuk keyword <a href="http://www.blogger-indonesia.com/2011/06/tablet-android-honeycomb-terbaik-murah.html">Tablet Android Honeycomb Terbaik Murah</a>, okey di lanjut. Asosiasi Logistik dan Forwarder Indonesia (Alfi) Sulsel mengeluhkan kondisi pelabuhan Soekarno-Hatta Makassar yang mulai padat sehingga mengganggu proses distribusi barang.</p>
<p>Sekretaris Alfi Sulsel Andi Maruddani Pangerang mengatakan, saat ini Pelabuhan Hatta panjangnya 850 meter,sedangkan Pelabuhan Soekarno panjangnya 1.500 meter. Dari jumlah tersebut, 360 meter panjang Pelabuhan Soekarno dipakai untuk kapal penumpang dan 150 meter lainnya digunakan untuk pelabuhan semen. Sedangkan khusus kapal kargo, menggunakan sekitar 700 meter. Maruddani mengatakan,sebagian dari panjang pelabuhan juga digunakan oleh pabrik terigu.<br />
<span id="more-431"></span></p>
<p>“Dengan kondisi seperti itu, kapal yang sandar hanya sekitar enam sampai tujuh kapal saja,”paparnya. Dia menjelaskan, kondisi ini diperparah dengan tidak tersedianya alat bongkar muat yang memadai, khususnya di Pelabuhan Soekarno.“Karena lambannya proses bongkar muat tersebut, harus ada beberapa kapal yang menunggu di luar pelabuhan. Karena tidak bisa semua kapal bisa masuk bongkar dalam waktu bersamaan,” katanya. Rata-rata dalam sehari ada dua kapal yang tidak bisa masuk ke pelabuhan untuk mengangkut atau membongkar barang.</p>
<p>“Kapal tersebut menunggu di luar selama satu sampai dua hari. Ini jelas merugikan pengusaha,”tukasnya. Jika dikalkulasi kerugian akibat kapal harus menunggu, sekitar Rp10 juta sampai Rp15 juta per harinya. “Tentu ini akan ikut mempengaruhi proses distribusi.Karena harus disiapkan biaya ekstra untuk menunggu satu sampai dua hari di Makassar,”paparnya.</p>
<p>Khusus Pelabuhan Hatta tidak ada masalah, walaupun panjangnya hanya 850 meter. Menurut dia, di pelabuhan tersebut alat bongkar muatnya cukup lengkap. Sebagai penutup, saya akan memberikan sundulan untuk keyword <a href="http://www.blogger-indonesia.com/">Blogger Indonesia</a>.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/06/17/asosiasi-logistik-dan-forwarder-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Bentuk geometris aneh</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/01/24/bentuk-geometris-aneh/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/01/24/bentuk-geometris-aneh/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Jan 2011 04:54:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=430</guid>
		<description><![CDATA[Bentuk geometris aneh yang terbentuk di areal persawahan daerah Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011), membawa berkah untuk Yudi (20). Foto milik pemuda yang pertama kali melihat munculnya pola aneh di areal persawahan itu, laris manis dibeli pengunjung yang datang.

&#8220;Saya tadi siang ambil foto-foto ini dengan menggunakan HP. Saya sampai memanjat pohon dan menara sutet [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Bentuk geometris aneh " href="http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/01/24/bentuk-geometris-aneh/" target="_self">Bentuk geometris aneh</a> yang terbentuk di areal persawahan daerah Rejosari, Jogotirto, Berbah, Sleman, Minggu (23/1/2011), membawa berkah untuk Yudi (20). Foto milik pemuda yang pertama kali melihat munculnya pola aneh di areal persawahan itu, laris manis dibeli pengunjung yang datang.<br />
<span id="more-430"></span><br />
&#8220;Saya tadi siang ambil foto-foto ini dengan menggunakan HP. Saya sampai memanjat pohon dan menara sutet untuk motret. Buat yang mau, saya jual Rp 2.000 per foto,&#8221; kata Yudi, saat ditemui di kampung itu, Senin (24/1/2011) dini hari.</p>
<p>Orang yang menginginkan foto-foto dari Yudi, tinggal mengaktifkan bluetooth untuk mentransfer dari HP. Setelah foto tertransfer, sang pengunjung langsung membayarnya. Sampai Senin (24/1/2011) dinihari , Yudi mengaku sudah mendapatkan Rp 200 ribu. &#8220;Itung-itung buat beli rokok dan uang lelah saya manjat pohon,&#8221; ucapnya sambil tertawa.</p>
<p>Pola berbentuk lingkaran di sawah tersebut biasa disebut crop circle. Fenomena tersebut selama ini dikait-kaitkan dengan kehadiran UFO (unidentified flying object) dan alien. Demikian catatan online <a title="Belajar Ngeblog" href="http://hariagustomo.blogdetik.com/" target="_self">Belajar Ngeblog</a> tentang Bentuk geometris aneh.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2011/01/24/bentuk-geometris-aneh/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Revisi upah minimum kota</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/31/revisi-upah-minimum-kota/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/31/revisi-upah-minimum-kota/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Dec 2010 18:26:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Revisi upah minimum kota (UMK) Surabaya tampaknya sulit terwujud. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan bahwa persetujuan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) atas revisi yang diajukan pemkot merupakan harga mati.

Keberhasilan Pemkab Gresik dalam mengajukan revisi UMK tanpa persetujuan Apindo tidak bisa dibuat patokan.”Revisi UMK yang diajukan Pemkot Surabaya berbeda dengan pengajuan dari [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://im.grandong.com/" title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Revisi upah minimum kota (UMK) Surabaya tampaknya sulit terwujud. Gubernur Jawa Timur Soekarwo menegaskan bahwa persetujuan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) atas revisi yang diajukan pemkot merupakan harga mati.<br />
<span id="more-429"></span><br />
Keberhasilan Pemkab Gresik dalam mengajukan revisi UMK tanpa persetujuan Apindo tidak bisa dibuat patokan.”Revisi UMK yang diajukan Pemkot Surabaya berbeda dengan pengajuan dari Gresik. Selain berkas lebih komplit, Apindo Gresik memberikan jaminan untuk melakukan gugatan. Jadi, mereka (Apindo) mempersilakan Gubernur untuk menyetujui,” ujar Soekarwo ketika ditemui seusai penyerahan DIPA APBN di Gedung Negara Grahadi kemarin.</p>
<p>Mantan Sekdaprov Jatim itu melanjutkan, posisi Surabaya berbeda dengan Gresik. Sebab,Apindo Surabaya tidak memberikan jaminan untuk itu. Dengan demikian, satu-satunya cara yang sesuai prosedur adalah menggelar pertemuan tripartit antara buruh,pemerintah, dan Apindo.”Harus ada persetujuan bersama dalam pertemuan tripartit itu,”ungkapnya. Waktu pengajuan revisi UMK Surabaya diberikan batas waktu sampai akhir 2010. Karena itu, sisa waktu yang ada tinggal hitungan hari.</p>
<p>”Silakan itu dimaksimalkan,” sambungnya. Dengan kondisi itu, kata Soekarwo, Pemkot Surabaya tidak bisa menyamakan posisi pengajuan Gresik dengan Surabaya.Kalau masih tetap bersikeras, pengajuan revisi itu dimungkinkan kandas. Sekretaris Konfederasi SPSI Surabaya Dendy Prayitno menuturkan, mekanisme birokrasi di Pemprov Jatim memang menginginkan adanya persetujuan tripartit.</p>
<p>Aturan itu dalam beberapa hari ini akan berusaha dilengkapi.”Kekurangan itu akan kami lengkapi sehingga secara cepat kami akan menggelar pertemuan serta meminta tanda tangan dari Apindo,”paparnya. Anggota Komisi E DPRD Jatim Hery Prasetyo mengatakan, pembahasan UMK Surabaya memang berlarut-larut. Dia berharap Gubernur segara menyelesaikan itu. ”Dicari solusi yang terbaik, jangan sampai buruh dirugikan dalam hal ini,”tandasnya.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/31/revisi-upah-minimum-kota/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>watak atau karakter bangsa</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/watak-atau-karakter-bangsa/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/watak-atau-karakter-bangsa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 15:19:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=428</guid>
		<description><![CDATA[Indonesia VS Malaysia 0-3 -&#62; Akhir-akhir ini sering dapat dibaca, dilihat, dan didengar di media massa ulasan mengenai watak atau karakter bangsa. Tidak sedikit pula seminar yang diadakan mengenai topik itu.
Dalam salah satu seminar yang diadakan di Semarang dikatakan dengan lugas bahwa kondisi (sebagian) bangsa kita cenderung mengarah pada karakter Kurawa (Kompas, 28 November 2010), [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Indonesia VS Malaysia 0-3" href="http://www.kanghari.com/" target="_blank">Indonesia VS Malaysia 0-3</a> -&gt; Akhir-akhir ini sering dapat dibaca, dilihat, dan didengar di media massa ulasan mengenai watak atau karakter bangsa. Tidak sedikit pula seminar yang diadakan mengenai topik itu.</p>
<p><span id="more-428"></span>Dalam salah satu seminar yang diadakan di Semarang dikatakan dengan lugas bahwa kondisi (sebagian) bangsa kita cenderung mengarah pada karakter Kurawa (Kompas, 28 November 2010), yang dalam pengertian umum berarti jelek, jahat, licik, serakah, arogan, culas, tidak punya hati—semuanya demi kekuasaan, kemenangan, dan keuntungan.</p>
<p>Dalam kisah kelahiran Yesus dapat juga dijumpai pribadi-pribadi yang berwatak serupa. Yang paling menonjol adalah Herodes Agung. Ia adalah orang yang begitu gila hormat dan kuasa, sampai-sampai ia memusnahkan silsilahnya untuk menghapuskan jejak jati dirinya yang sesungguhnya.</p>
<p>Setiap orang yang dianggap mengancam kepentingannya disingkirkan, termasuk istri dan anaknya. Inilah yang menjadi latar belakang kisah pembunuhan anak-anak yang diceritakan dalam Mat 2:16-18. Masih bisa disebut nama lain, yaitu Arkhelaus (Mat 2:22), anak Herodes Agung.</p>
<p>Watak serakahnya ada di belakang kisah perumpamaan mengenai uang mina (Luk 19:11-27). Ia dinobatkan menjadi raja oleh Pemerintah Romawi, tentu dengan suap yang hebat karena rakyatnya sendiri sebenarnya membenci dia. Oleh karena itu, ketika berhasil menjadi raja, ia memeras rakyat, tentu dengan maksud untuk memperoleh kembali uang yang ia gunakan untuk menyuap.</p>
<p>Jati diri batin</p>
<p>Yesus yang lahir dapat dipandang sebagai kontras terhadap pribadi-pribadi seperti itu. Ia lahir di palungan karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan (Luk 2:7). Kendati tempat kelahirannya menurut pendapat umum tidak terhormat, pribadinya tetaplah mulia. Bukan tempat lahir yang menentukan jati diri atau kehormatan seseorang, melainkan diri batinnya.</p>
<p>Ia lahir dari garis yang sering disebut sisa Israel yang menghayati spiritualitas orang-orang miskin Allah. Mereka adalah orang-orang yang hidup berdasarkan janji, setia pada cita-cita awal yang mulia untuk menjadi umat yang hidup menurut jalan-jalan Tuhan.</p>
<p>Dalam bahasa sehari-hari, mereka ini adalah orang-orang yang tidak pernah kehilangan idealisme awal dan tidak pernah mau menggantinya dengan sekadar kekuasaan, gengsi, atau apa pun yang lain. Mereka bukan orang-orang oportunis atau sekadar puas dengan citra lahiriah.</p>
<p>Orang-orang miskin Allah ini adalah orang-orang yang sungguh beriman, bukan sekadar taat beragama. Mereka tidak seperti kaum Zelot yang dengan alasan mencintai hukum Allah, dengan tangan dingin membunuh orang-orang yang mereka anggap mengkhianati Allah.</p>
<p>Mereka juga tidak sama dengan orang-orang Farisi yang dengan dalih agama menindas dan menganiaya yang mereka anggap orang-orang pendosa. Mereka juga bukan seperti orang-orang Esseni yang membenci sesama warga bangsa dengan dalih agama.</p>
<p>Kelompok-kelompok yang disebut terakhir ini adalah orang-orang yang merasa bahwa Allah di pihak mereka, tetapi nyatanya mereka tidak mampu mengambil bagian dalam bela rasa Allah kepada manusia, padahal bela rasa sifat Allah yang utama (Luk 6:36; 2 Kor 1:3).</p>
<p>Dalam arus spiritualitas orang-orang miskin Allah inilah Yesus lahir, bertambah besar dan menjadi kuat, penuh hikmat, dan kasih karunia Allah ada padanya (Luk 2:40). Selanjutnya pada waktunya Yesus akan mengatakan, ”Hendaklah kamu murah hati (berbela rasa, compassionate) seperti Bapamu adalah murah hati” (Luk 6:36).</p>
<p>Bela rasa inilah yang ditunjukkan Yesus sejak lahir sampai akhir hidupnya sebagaimana dapat dibaca dalam Injil. Berkali-kali dikatakan bahwa Yesus tergerak oleh bela rasa (Mt 14:14; Mrk 6:34; Luk 7:13). Bela rasa adalah jati diri batinnya.</p>
<p>Tergerak oleh bela rasa menunjuk pada inti pribadi, diri batin, pusat hidup manusia yang paling dalam atau dalam satu kata: hati. Dari hati itulah semua yang baik, menyejahterakan, yang menyelamatkan berasal, tumbuh, dan berkembang.</p>
<p>Di tengah-tengah masyarakat yang dikuasai oleh herodes-herodes yang berwatak Kurawa itulah Yesus lahir, bertumbuh dan berkembang. Dia menjadi terang besar yang datang ke tengah-tengah dunia yang gelap (bdk Yoh 1:9).</p>
<p>Selain Yesus yang dengan bela rasanya menjadi Sang Terang, ada terang-terang kecil lain yang juga bersinar. Mereka adalah orang-orang majus dari Timur yang langkah-langkahnya dipimpin oleh bintang (Mat 2:1-12).</p>
<p>Ada pula para gembala sederhana yang jalan-jalannya dituntun oleh malaikat (Luk 2:8-20). Mereka ini adalah kontras-kontras kecil, pribadi-pribadi yang jati dirinya tidak ditentukan oleh kekuasaan, kemenangan, dan keuntungan. Mereka ini adalah terang-terang kecil yang memancarkan Yesus Sang Terang yang sesungguhnya.</p>
<p>Terang-terang kecil seperti ini pun ada banyak tersebar di seluruh negeri kita tercinta: terang kecil itu tampak dalam diri sekian banyak relawan-relawati yang tanpa pamrih membantu saudari-saudara yang terdampak oleh bencana; dalam diri pribadi-pribadi yang berusaha membebaskan saudari-saudara mereka dari isapan lintah darat; dalam diri orang-orang yang dengan tekun mengusahakan pendidikan bagi masyarakat miskin atau terpencil; dan sekian banyak orang yang melakukan usaha mulia yang lain.</p>
<p>Mereka ini bekerja keras dan diam-diam dalam hati berkata, ”Aku bukanlah kekuasaan, kemenangan, atau keuntungan yang dapat kuperoleh; aku adalah hatiku yang kubagikan dalam bela rasa.”</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/watak-atau-karakter-bangsa/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Barat Dede Yusuf</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/barat-dede-yusuf/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/barat-dede-yusuf/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 25 Dec 2010 17:35:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=427</guid>
		<description><![CDATA[IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia -&#62; Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf meminta kepada media massa untuk mengabarkan berita perdamaian, komunikasi antarumat beragama, serta suasana yang kondusif. Konflik berbasis agama yang diberitakan secara dramatis justru merugikan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.
Hal tersebut diungkapkan Wagub Jabar sewaktu memberikan sambutan dalam pertemuan Forum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia" href="http://im.grandong.com/" target="_blank">IDwebhost.com Trend Hosting Indonesia</a> -&gt; Wakil Gubernur Jawa Barat Dede Yusuf meminta kepada media massa untuk mengabarkan berita perdamaian, komunikasi antarumat beragama, serta suasana yang kondusif. Konflik berbasis agama yang diberitakan secara dramatis justru merugikan citra Indonesia sebagai negara yang menjunjung tinggi toleransi antarumat beragama.</p>
<p><span id="more-427"></span>Hal tersebut diungkapkan Wagub Jabar sewaktu memberikan sambutan dalam pertemuan Forum Kerukunan Umat Beragama di Gereja Katedral Santo Petrus Bandung, Sabtu (25/12/2010). Pertemuan itu juga dihadiri Uskup Mgr Johannes Pujasumarta, Wakil Wali Kota Bandung, Ayi Vivananda, serta tokoh Bandung seperti Solihin GP.</p>
<p>&#8220;Kalau pun ada kelompok yang membuat keributan atas nama agama, ketahuilah bahwa itu hanya bagian terkecil dari 240 juta penduduk Indonesia,&#8221; kata Dede.</p>
<p>Untuk itu, dia meminta kepada media massa untuk senantiasa mengabarkan kekompakan maupun silaturahmi seperti yang dilakukan Sabtu ini.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/12/26/barat-dede-yusuf/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dewan Soalkan 66 Unit Randis</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/16/dewan-soalkan-66-unit-randis/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/16/dewan-soalkan-66-unit-randis/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2010 06:20:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bloging]]></category>

		<category><![CDATA[Dewan Soalkan 66 Unit Randis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=426</guid>
		<description><![CDATA[Kalangan anggota DPRD Kota Makassar mempertanyakan sistem pengelolaan kendaraan dinas (randis),baik yang digunakan anggota Dewan maupun pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Dewan.

Berdasarkan data yang dihimpun SINDO, terdapat sekitar 66 unit randis yang penggunaannya tidak jelas. Dari 66 unit randis tersebut, secara rinci terdiri atas 53 unit motor dinas dan 13 unit mobil dinas (mobdin). [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalangan anggota DPRD Kota Makassar mempertanyakan sistem pengelolaan kendaraan dinas (randis),baik yang digunakan anggota Dewan maupun pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Dewan.<br />
<span id="more-426"></span><br />
Berdasarkan data yang dihimpun SINDO, terdapat sekitar 66 unit randis yang penggunaannya tidak jelas. Dari 66 unit randis tersebut, secara rinci terdiri atas 53 unit motor dinas dan 13 unit mobil dinas (mobdin). Dewan meminta inventarisasi aset Dewan tersebut dilakukan perbaikan. Beberapa mobdin, antara lain dikuasai mantan legislator Partai Golkar Zainuddin Sarjimin, politikus Partai Amanat Nasional (PAN) Adjid Siradju,dan politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Sulsel Jafar Sodding,yang saat ini menjadi anggota DPRD Sulsel.</p>
<p>Satu unit lagi dikuasai mantan staf Bendahara DPRD Makassar Adelia Maryani. Anggota Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Makassar Busranuddin BT mengatakan, 66 unit randis tersebut harusnya diperjelas keberadaannya dan siapa pihak yang saat ini menguasai randis. Kepala Bagian (Kabag) Perlengkapan DPRD Kota Makassar Syamsul Syamsuddin membantah terdapat jumlah randis sebanyak itu di lingkup DPRD Kota Makassar, terutama jenis motor dinas yang diperuntukkan bagi staf.</p>
<p>Secara total, randis di lingkup DPRD Kota Makassar hanya terdiri atas 40 unit motor dan 29 unit mobdin. Tahun ini, dia menyebutkan terdapat dua mobdin yang diperuntukkan bagi anggota Dewan dan telah dikembalikan, yakni mobdin yang digunakan Ketua DPRD Makassar Adnan Machmud dan mobdin yang sempat dikuasai Ketua Komisi D DPRD Makassar Nasran Mone.“Untuk motor dinas, masih ada tiga unit yang belum dikembalikan dan masih dikuasai staf yang sudah pensiun maupun staf yang pindah,”ungkapnya kemarin.</p>
<p>Sementara itu,Ketua Badan Kehormatan (BK) DPRD Kota Makassar Bakhrif Arifuddin menyayangkan minimnya jumlah randis yang dapat digunakan menunjang aktivitas Dewan.“Harusnya randis tersebut tetap standby di kantor digunakan bagi kepentingan Dewan sewaktu- waktu.Jangan-jangan dua komisi yang sering menggunakan kendaraan itu lagi kunker, kendaraannya juga hilang,”tandasnya kemarin.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/16/dewan-soalkan-66-unit-randis/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dua Menteri Bawa Rp 2,5 Miliar ke Wasior</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-rp-25-miliar-ke-wasior/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-rp-25-miliar-ke-wasior/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 09 Oct 2010 19:12:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[5 Miliar ke Wasior]]></category>

		<category><![CDATA[Dua Menteri Bawa Rp 2]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=425</guid>
		<description><![CDATA[Menkokesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf Al Jufri membawa uang tunai sebesar Rp 2,5 miliar dari Pemerintah Pusat ke Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk membantu tahap tanggap darurat bencana banjir bandang di sana.
Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh dua menteri kepada masyarakat setempat saat meninjau lokasi banjir bandang, Sabtu (9/10/2010). Menko Kesra [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menkokesra Agung Laksono dan Mensos Salim Segaf Al Jufri membawa uang tunai sebesar Rp 2,5 miliar dari Pemerintah Pusat ke Wasior, ibukota Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat, untuk membantu tahap tanggap darurat bencana banjir bandang di sana.</p>
<p>Bantuan tersebut diserahkan langsung oleh dua menteri kepada masyarakat setempat saat meninjau lokasi banjir bandang, Sabtu (9/10/2010). Menko Kesra mengatakan dirinya membawa Rp 500 juta, sedangkan Mensos Salim Segaf Al Jufri menyebutkan membawa tunai Rp 2 miliar sehingga total Rp 2,5 miliar.</p>
<p>&#8220;Bantuan tersebut bisa digunakan meringankan beban korban banjir dan para pengungsi selama masa tanggap darurat,&#8221; kata Agung Laksono.<br />
<span id="more-425"></span><br />
Ia menjelaskan masa tanggap darurat akan diberlakukan selama 14 hari dan akan berakhir pada 18 Oktober 2010. Namun, masih akan dilakukan pengkajian, apakah masa tanggap darurat akan diperpanjang atau tidak, tergantung dari perkembangan situasi di lokasi bencana.</p>
<p>&#8220;Setelah masa tanggap darurat berakhir maka kita akan segera mempersiapkan berbagai hal agar bisa masuk ke tahap selanjutnya yakni rehabilitasi dan rekonstruksi,&#8221; katanya. Setelah bantuan uang tunai dari pemerintah pusat, katanya, masih akan ada bantuan tambahan obat-obatan, terutama antibiotik dan antitetanus.</p>
<p>Menko juga menyebutkan berdasarkan data terakhir yang diterima pihaknya diketahui bahwa jumlah korban meninggal dunia akibat banjir bandang Wasior sebanyak 108 orang.<br />
Selain itu, 185 orang mengalami luka berat, 68 orang orang masih hilang dan 535 luka ringan.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/10/10/dua-menteri-bawa-rp-25-miliar-ke-wasior/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Pasar Dampang Dirusak Orang Tak Dikenal</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/pasar-dampang-dirusak-orang-tak-dikenal/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/pasar-dampang-dirusak-orang-tak-dikenal/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 13:18:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[Pasar Dampang Dirusak Orang Tak Dikenal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=424</guid>
		<description><![CDATA[Pasar tradisional di Dusun Campa Didie, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, diduga dirusak sekelompok orang tak dikenal, kemarin. Peristiwa itu terjadi pascaputusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu,(28/9), namun pihak berwajib belum menemukan adanya keterkaitan. Peristiwa perusakan pasar diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 wita itu, mengakibatkan kondisi pasar yang terletak di tengah pemukiman [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pasar tradisional di Dusun Campa Didie, Desa Dampang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba, diduga dirusak sekelompok orang tak dikenal, kemarin. Peristiwa itu terjadi pascaputusan sengketa pilkada di Mahkamah Konstitusi (MK), Rabu,(28/9), namun pihak berwajib belum menemukan adanya keterkaitan. Peristiwa perusakan pasar diperkirakan terjadi sekitar pukul 11.30 wita itu, mengakibatkan kondisi pasar yang terletak di tengah pemukiman warga desa porakporanda. Sebagaian besar lapak milik pedagang hancur berantakan. Aksi perusakan itu membuat aktivitas para pedagang sempat terganggu.<br />
<span id="more-424"></span><br />
Sejumlah pedagang di pasar tradisional tersebut melaporkan kejadian ini ke Mapolres Bulukumba. Para pedagang meminta kepada aparat penegak hukum agar segera mengungkap pelaku perusakan yang sudah merugikan para pedagang pasar. Warga sekitar pasar enggan memberikan komentar soal aksi perusakan pasar. Mereka takut karena mendengar adanya ancaman dilayangkan oleh oknum tertentu akan melakukan tindakan lebih jauh jika warga dan pedagang banyak komentar.</p>
<p>Menurut warga di sekitar lokasi, pada malam kejadian di sekitar lokasi ada pesta perwakinan salah seorang warga, sehingga warga tidak mendengar aksi perusakan tersebut.Di lokasi pasar terjadi pemadaman lampu, sehingga tidak ada satupun melihat pelaku perusakan. ”Kami tidak mendengar ada perusakan, karena di lokasi pesta ada musik sehingga kami tidak mendengar meski jarak rumah dengan pasar hanya beberapa meter,” kata warga di sekitar pasar yang enggan namanya tidak disebutkan.</p>
<p>Warga menyebutkan,kasus perusakan ini ada indikasi berkaitan dengan pilkada. Para warga saat ini mulai ketakutan,menyusul ada aksi teror akan melakukan pembakar pasar, jika pedagang membesar-besarkan kasus ini. ”Kami minta petugas tanggap dengan adanya ancaman ini sehingga tidak membuat warga ketakutan,” tutur seorang warga di Desa Dampang,kepada wartawan di Bulukumba.</p>
<p>Kapolres Bulukumba AKBP Arif Rahman mengatakan, insiden perusakan pasar di Desa Dampang masih dalam penyidikan petugas Polres. Polisi baru memeriksa aksi korban yang melaporkan kasus ini ke polisi. ”Adanya tersangka semuanya masih dalam penlidikan,”katanya. Arif mengatakan, kasus terjadi baik kebakaran maupun dugaan perusakan pasar tidak ada hubungannya dengan Pilkada.</p>
<p>”Ini kebetulan saja terjadi menjelang dan pasca-putusan sengketa pilkada di MK.Rentetan dua kasus yang terjadi dua hari ini sama tidak punya hubungan dengan pilkada, ”pungkasnya. Sebelumnya, menjelang putusan sengketa pilkada di MK, insiden dugaan pembakaran kantor Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura Bulukumba di Kelurahan Bintarore,Kecamatan Ujung Bulu, (Selasa,27/9) lalu.</p>
<p>Kebakaran ini mengakibatkan seluruh infrastruktur ruang aula hangus terbakar. Bukan hanya, itu, sebagaian besar arsip dan dokumen penting ikut dilalap si jago merah.Dari kebakaran ini polisi menduga ada unsur kesengajaan. Pasalnya, di lokasi kejadian petugas menemukan barang bukti (BB) berupa tas berwarna hitam berbau bensin, dan ceceran plastik bekas motol air mineral di lokasi. Meski polisi belum berhasil mengungkap adanya pelaku, namun penyidik sudah memeriksa beberapa saksi yang mengetahui kebakaran tersebut.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/pasar-dampang-dirusak-orang-tak-dikenal/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
		<item>
		<title>Dianiaya, 20 Anak Panti Melapor ke Polsek</title>
		<link>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/dianiaya-20-anak-panti-melapor-ke-polsek/</link>
		<comments>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/dianiaya-20-anak-panti-melapor-ke-polsek/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 30 Sep 2010 13:15:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hariagustomo</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[News]]></category>

		<category><![CDATA[20 Anak Panti Melapor ke Polsek]]></category>

		<category><![CDATA[Dianiaya]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://hariagustomo.blogdetik.com/?p=423</guid>
		<description><![CDATA[Sebanyak 20 anak panti asuhan Auliah melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh kepala panti ke Polsek Somba Opu, malam tadi. Mereka melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan kepala panti, Aisiah dan suaminya, Abdul Azis. Dan dukungan untuk Gerbang Type Approval 

Anak tersebut mengaku dipukuli dan diberi makanan kedaluwarsa. “Bahkan ada yang dipukuli sampai berak-berak. Ada juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sebanyak 20 anak panti asuhan Auliah melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan oleh kepala panti ke Polsek Somba Opu, malam tadi. Mereka melaporkan tindakan penganiayaan yang dilakukan kepala panti, Aisiah dan suaminya, Abdul Azis. Dan dukungan untuk <a title="Gerbang Type Approval" href="http://agustomo.blogspot.com/" target="_blank">Gerbang Type Approval</a> <img src='http://hariagustomo.blogdetik.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
<span id="more-423"></span><br />
Anak tersebut mengaku dipukuli dan diberi makanan kedaluwarsa. “Bahkan ada yang dipukuli sampai berak-berak. Ada juga yang hanya dikasih makan mi instan kedaluwarsa sampai muntahmuntah,” ungkap Husein, Ketua Yayasan,tadi malam. Husein mengatakan, perlakuan panti yang menampung anak-anak dari Nusa Tenggara Barat itu bukanlah yang pertama kalinya. Dia mengatakan,jika perlakuan itu sudah dilakukan berkalikali.“ Mereka takut,jadi tidak melapor,” jelas Husein.</p>
<p>Kepala unit (kanit) Reserse dan Kriminal (reskrim) Polsek Somba Opu, Iptu Kasri yang ditemui tadi malam membenarkan adanya laporan itu. Dia mengatakan, pihaknya telah mengarahkan kepada anak panti untuk segera mungkin melakukan visum di rumah sakit yang ditunjuk. Kasri mengatakan, jika kasus tersebut akan ditangani oleh pihak Polres Gowa. Kasus tersebut akan ditangani oleh unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Gowa.</p>
<p>“Karena di polsek tidak ada PPA nya, kami limpahkan ke Polres,”jelas Kasri. Sementara itu, Ketua Panti Auliah, Aisiah membantah laporan itu. Dia mengatakan, jika laporan itu adalah tidak benar. Anak panti tersebut hanya diperalat oleh ketua yayasan, Husein untuk diarahkan melapor ke polisi.“ Mereka itu dipaksa melapor ke polisi,”jelas Aisiah. Hal senada juga diungkapkan oleh suami Aisiah, Abdul Azis yang juga merupakan pengurus panti.</p>
<p>Azis membantah adanya tindak kekerasan yang terjadi dipantinya. Terkait dengan makanan mi instan, Azis mengaku diberikan lantaran dana dari pemerintah sudah tidak ada. Azis mengatakan, panti Auliah merawat dan menampung sekitar 50 anak dari NTB dan daerah luar Sulsel.</p>
</fieldset>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://hariagustomo.blogdetik.com/2010/09/30/dianiaya-20-anak-panti-melapor-ke-polsek/feed/</wfw:commentRss>
		</item>
	</channel>
</rss>

<!-- Dynamic Page Served (once) in 0.940 seconds -->

